HYDRANT

Hydrant adalah sistem perlindungan kebakaran aktif berupa jaringan pemadam kebakaran permanen. Sistem ini mengalirkan pasokan air bertekanan tinggi untuk memadamkan kebakaran skala besar, baik melalui pilar di luar gedung maupun kotak di dalam ruangan.

NFPA (National Fire Protection Association) untuk sistem hidran mengatur tata letak, debit air, dan pemeliharaan untuk menjamin suplai air darurat yang andal. Ini adalah standar global yang sering kali diadopsi langsung ke dalam regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Ground Tank / Upper Tanke Sea

Reservoir: Tangki penampungan air (di atas atau bawah tanah) sebagai pasokan utama.

Kepatuhan Standar Tangki FRP (NFPA)

  • NFPA 22: Mengatur desain, konstruksi, dan pemasangan tangki air (termasuk tangki FRP) yang digunakan untuk suplai proteksi kebakaran seperti tangki gravitasi, hisap, dan tekanan.
  • NFPA 1142: Memastikan kapasitas dan pedoman volume yang tepat untuk pasokan air di area yang tidak terjangkau oleh jaringan air kota.
  • Keunggulan Tangki FRP: Tangki ini tahan terhadap korosi, ringan, dan memiliki integritas anti-bocor, yang menjadikannya pilihan tangki ideal untuk pemasangan di bawah atau di atas tanah.

Diesel Pump, Main Pump, Jockey Pump Sea

Pompa Hydrant: Terdiri dari pompa elektrik (utama), pompa diesel (cadangan), dan pompa joki (menjaga kestabilan tekanan).

  • Diesel Fire Pump ( Diesel fire pump ) standar NFPA 20 adalah pompa kebakaran bertenaga diesel yang dirancang untuk memompa air secara mandiri saat listrik padam.
  • Main Fire Pump standar pompa pemadam kebakaran utama (biasanya berupa Electric Fire Pump) yang dirancang berdasarkan regulasi NFPA 20 (Standard for the Installation of Stationary Pumps for Fire Protection).
  • Jockey Pump pompa berkapasitas rendah yang berfungsi menjaga tekanan air tetap stabil di dalam instalasi sistem pemadam kebakaran (hydrant atau sprinkler).

Line Pipa Jalur Pendukung

  • Hydrant Box: Kotak dalam ruangan yang berisi selang (fire hose), nozzle, dan katup (valve).
  • Hydrant Pillar perangkat berbentuk terminal/tiang tegak di atas tanah yang berfungsi sebagai titik output atau distribusi utama untuk menyalurkan air bertekanan tinggi dari jaringan pipa bawah tanah ke selang pemadam kebakaran.
  • Nozzle alat berbentuk corong yang dipasang pada ujung selang pemadam kebakaran (fire hose) untuk mengarahkan, mengatur tekanan, dan membentuk pola pancaran air menuju titik api.
  • Landing Valve katup manual yang berfungsi sebagai titik keluaran (output) aliran air bertekanan pada sistem pemadam kebakaran gedung.
  • Alarm & Sprinkler komponen mekanis yang berfungsi sebagai alat deteksi sekaligus pemadam kebakaran otomatis dengan mengalirkan air dan membunyikan alarm saat mendeteksi panas api.